Fara08’s Blog

Candida

Posted on: April 2, 2009

PENDAHULUAN

Infeksi candida pertama kali didapatkan di dalam mulut sebagai thrush yang dilaporkan oleh FRANCOIS VALLEIX (1836).LANGERBACH (1839) menemukan jamur penyebab thrush,kemudian BERHOUT(1923) memberi nama organisme tersebut Candida.

Beberapa spesies ragi genus candida mampu menyebabkan kandidiasis.spesies tersebut adalah anggota flora normal pada kulit,membrane mukosa,dan saluran pencernaan.Spesies candida berkoloni di permukaan mukosa setiap manusia selama atau segera setelah lahir dan selalu ada resiko infeksi endogen.kandidiasis adalah mikosis sistemik yang paling sering terjadi dan agen yang paling sering di temukan adalah C albicans,C tropicalis,C parapisilosis,C glabrata, C guilliermondii dan C dubliniensis.Penggunaan flukonazol yang meluas telah mencetuskan timbulnya spesies yang lebih resisten terhadap azol misalnya C krusei dan C lusitaniae.

Kandidiasis adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut disebabkan oleh spesies candida,biasanya oleh spesies candida albicans dan dapat mengenai mulut,vagina,kulit,kuku,bronki atau paru,kadang-kadang dapat menyebabkan septicemia,endokarditis atau meningitis.

MORFOLOGI

Pada biakan atau jaringan,spesies candida tumbuh sebagai sel ragi tunas,berbentuk oval (berukuran 3-6µm)Spesies tersebut juga membentuk pseudohifa ketika tunas terus tumbuh tetapi gagal lepas,menghasilkan rantai sel memanjang yang menyempit atau mengerut pada septa diantara sel.

Gambar: sel ragi(blastokonidia)dan pseudohifa eksudat

C albicans bersifat dimorfik;selain ragi dan pseudohifa,spesies tersebut juga dapat menghasilkan hifa sejati.Pada medium agar atau 24 jam pada suhu 37˚c atau suhu ruangan ,spesies candida menghasilkan koloni lunak berwarna krem dengan bau seperti ragi.Pseudohifa tampak sebagai pertumbuhan yang terendam di bawah permukaan agar.Dua uji morfologi yang sederhana dapat membedakan C albicans,paogen yang paling sering ditemukan dari spesies candida lain .setelah inkubasi dalam serum selama sekitar 90 menit pada suhu 37˚C,sel ragi C albicans akan mulai membentuhifa sejati atau tubulus germinal.

Gambar : blastokonidia,pseudohifa dan klamidokonidia

(klamidospora)dalam biakan pada suhu 30˚C

Dan pada medium yang kurang nutrisinya,C albicans menghasilkan klamidospora sferis yang besar.Uji asimilasi dan fermentasi gula dapat dapat digunakan untuk memperkuat identifikasi dan menentukan spesies isolate candida yang lebih sering seperti C. tropicalis, C. parapsilosis, C. guilliermondii, C kefry, C. krusei dan C. lusitaniae, C. glabrata merupakan spesies yang unik diantara pathogen lain karena hanya menghasilkan sel ragi dan tidak mempunyai bentuk pseudohifa.

EPIDEMIOLOGI

Penyakit ini terdapat di seluruh dunia, dapat menyerang semua umur, baik laki-laki maupun perempuan. Jamur penyebabnya terdapat pada orang sehat sebagai saprofit. Gambaran kinisnya bermacam-macam sehingga tidak diketahui data-data penyebarannya dengan tepat.

ETIOLOGI

Yang tersering sebagai penyebab ialah candida albicans yang dapat diisolasi dari kulit mulut, selaput mucosa vagina dan feses orang normal. Sebagai penyebab endokarditis kandidosis ialah C. parapsilosis dan penyebab kandidosis septicemia adalah C. tropicalis.

KLASIFIKASI

Berdasarkan tempat yang terkena CONANT dkk. (1971) membaginya sebagai berikut:

Kandidosis Selaput Lendir:

1. Kandidosis oral (thrush)

2. Perleche

3. Vulvovaginitis

4. Balanitis atau balanopostitis

5. Kandodosis mukokutan kronik

6. Kandidosis bronkopulmonar dan paru

Kandidosis kutis

1. Lokalisata :

a.daerah intertriginosa

b. daerah prianal

2. Generalisata

3. Paronikia dan Onikomikosis

4. kandidosis kutis granulomatosa

Kandidosis sistemik

1. Endokarditis

2. Meningitis

3. Pielonefritis

4. Zeptikemia

PATOGENESIS

Infeksi kandida dapat terjadi,apabila ada faktor predisposisi baik endogen maupun eksogen.

Faktor Endogen

1. Perubahan Fisiologi :

a. Kehamilan, karena perubahan ph dalam vagina

b. Kegemukan,karena banyak keringat

c. Debilitas,

d. Laktrogenik

e. Endokrinopati,gangguan gula darah kulit

f. Penyakit kronik : tuberkolosis, lupus eritematosus dengan keadaan umum yang buruk

2. Umur : orangtua dan bayi lebih mudah terkena infeksi karena status imunologiknya tidak sempurna

3. Imunologik :penyakit genetic

Faktor Eksogen :

a. Iklim, panas dan kelembaban menyebabkan perspirasi meningkat

b. Kebersihan kulit

c. Kebiasaan berendam kaki dalam air terlalu lama menimbulkan maserasi dan memudahkan masuknya jamur

d. Kontak dengan penderita, misalnya thrush, balanopostitis

GEJALA KLINIS

1. Kandidosis selaput lendir

a. Thrush

Biasanya mengenai bayi tampak pseudomembran putih coklat muda kelabu yang menutup lidah palatum mole,pipih bagian dalam dan permukaan rongga mulut . bila pseudomembran terlepas dari dasarnya tampak daerah yang basah dan merah.

Pada glositis kronik lidah tampak halus dengan papilla yang atrofik atau lesi yang berwarna putih ditepi atau di bawah permukaan lidah.bercak putih ini tidak tampak jelas bila penderita sering merokok.

b. Perleche

Lesi berupa fisur pada sudut mulut. Lesi ini mengalami maserasi,erosi,basah, dan dasarnya eritematosa.faktor predisposisinya ialah defisiensi riboflavin.

c. Vulvovaginitis

biasanya sering terdapat pada penderita diabetes mellitus karena kadar gula darah dan urin yang tinggi dan pada wanita hamil karena penimbunan glikogen pada epitel vagina.

Keluhan utama gatal di daerah vulva. Pada yang berat terdapat pula rasa panas, nyeri sesudah miksi dan dipaneuria

Pada pemeriksaan yang ringan tampak hiperimia di labia menora, introitis vagina, dan vagina terutama sepertiga bagian bawah. Sering pula terdapat kelainan khas ialah bercak-bercak putih kekuningan.

Pada kelainan yang berat juga terdapat edema pada labia menorah dan ulkus-ulkus yang dangkal pada labia menora dan sekitar introitus vaginal.

Flour albus pada kandidosis vagina berwarana kekuningan. Tanda yang khas disertai gumpalan-gumpalan sebagai kepala susu berwarna putih kekuningan.gumpalan tersebut berasal dari massa yang terlepas dari dinding vulva atau vagina terdiri atas bahan mikrotik sel-sel epitel dan jamur.

d. Balanitis atau balanopostitis

Penderita mendapat infeksi karena kontak seksual dengan wanitanya yang menderita vulvovaginitis,lesi berupa erosi pustule dengan dindingnya yang tipis,terdapat pada glans penis dan sulkus koronarius glandis.

e. Kandidosis mukokutan kronik

Penyakit ini timbul karena adanya kekurangan fungsi leukosit atau sistem hormoral,biasanya terdapat pada penderita dengan bermacam-macam defisiensi yang bersifat genetic,umumnya terdapat pada anak-anak.gambaran klinisnya mirip penderita dengan defek poliendokrin.

II kandidosis kuitis

a. Kandidosis intertriginosa

Lesi di daerah lipatan kulit ketiak,lipat paha,intergluteal,lipat payudara,antara jari tangan atau kaki glans penis dan umbilicus berupa bercak yang berbatas tegas,bersisik,basah dan eritematosa.

Lesi tersebut di kelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustul-pustul kecil atau bulat yang bila pecah meninggalkan daerah yang erosive dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi primer.

b Kandidosis perianal

lesi berupa maserasi seperti infeksi dermatofit basah.penyakit ini menimbulkan pruritus ani.

c Kandidosis kuitis generalisata

Lesi terdapat pada glabrous skin,biasanya juga di lipat payudara,intergluteal,dan umbilicus.sering di sertai glositis,stomatitis,paronikia.

Lesi berupa ekzematoid dengan vesikel-vesikel dan pustul-pustul.penyakit ini sering terdapat pada bayi,mnungkin karena ibunya menderita kandidosis vagina atau mungkin karena gangguan imunologik.

d Paronikia dan onikomikosis

Sering di derita oleh orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan air,bentuk ini sering di dapat.Lesi berupa kemerahan,pembengkakan yang tidak bernanah,kuku menjadi tebal,mengeras dan berlekuk-lekuk.kadang-kadang berwarna kecoklatan,tidak rapuh,tetap berkilat dan tidak terdapat sisa jaringan di bawah kuku seperti pada tinea unguium.

Diper-rash

Sering terdapat pada bayi yang pokoknya selalu basah dan jarang diganti yang dapat menimbulkan dermatitis iritan,juga sering di derita neonetus sebagai gejala sisa dermatitis oral dan perianal.

e Kandidosis glanulomatosa

HOUSER dan ROTHMAN melaporkan bahwa penyakit ini sering menyerang anak-anak,lesi berupa papul kemerahan tertutup krusta tebal berwarna kuning kecoklatan dan melekat erat pada dasarnya.krusta ini dapat menimbul seperti tanduk selama 2 cm,lokasinya sering terdapat di muka,kepala,kuku,badan,tungkai,dan farings.

III Kandidosis sistemik

Endokarditis

Sering terdapat pada penderiata morfinis sebagai akaibat komplikasi penyuntikan yang di lakukan sendiri,juga dapat di derita oleh penderita sesudah operasi jantung.

Meningitis

Terjadi karena penyebaran hematogen jamur,gejalanya sama dengan meningitis tuberculosis artu karea bakteri lain

IV Reaksi id (kandidid)

Reaksi terjadi karena adanya metabolit kandida,klinisnya berupa vesikel-vesikel yang bergerombol,terdapat pada sela jari tangan atau bagian badan yang lain,mirip dermatoifitid.

Di tempat tersebut tidak ada elemen jamur.bila lesi kandidosis di obati,kandidid akan menyembuh.jika di lakukan uji kulit dengan kandidin (anti gen kandida) memberi hasil positif.

PEMBANTU DIAGNOSIS

1. Pemeriksaan langsung

Kerokan kulit atau usapan mukokutan diperiksa dengan larutan KOH 10% atau dengan pewarnaan gram,terlihat sel ragi,blastospora,atau hifa semu.

2. Pemeriksaan biakan

Bahan yang akan diperiksa di tanam dalam agar dektrosa glukosa sabouraud,dapat pula agar ini di bubuhi antibiotik (kloramfenikol) untuk mencegah pertubuhan bakteri.perbenihan di simpan dalam suhu kamar atau lemari suhu 37˚C,koloni tumbuh setelah 24-48 jam,berupa yeast like coloni.identifikasi candida albicans dilakukan dengan membiakan tumbuhan tersebut pada cornmea agar.

DIAGNOSIS BANDING

Kandidosis kutis lokalisata dengan:

a. Eritrasma: lesi dilipatan,lesi lebih merah,batas tegas,kering tidak ada satelit,pemeriksaan dengan sinar wood positif.

b. Dermatitis intertriginosa

c. Dermatofitosis (tinea).

Kandidosis kuku dengan tinea unguium

Kandidosis vulvovaginitis dengan:

a. Trikjomonas vaginalis

b. Gonore akut

c. Leukoplakia

d. Liken planus

PENGOBATAN

1. Menghindari atau menghilangkan factor-faktor predisposisi.

2. Tropical:

Larutan ungu gentian ½-1 % untuk selaput lendir,1-2 % untuk kulit,dioleskan 2 X selama 3 hari.

Nistatin:berupa krim,salap,emulsi,

Amfoterisin B

Grup azol antara lain:

a. Mikonazol 2% berupa krim atau bedak

b. Klotrimazol 1% berupa bedak,larutan dank rim

c. Tiokonazol,bufonazol,isekonazol.

d. Siklopiroksolamin 1% larutan,krim.

e. Antimikotik yang lain yang berspektrum luas.

3. Sistemik:

Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran cerna,obat ini tidak diserap oleh usus.

Amfoterisin B diberikan intravena untuk kandidosis sistemik

Untuk kandidosis vaginalis dapat diberikan kotrimazol 500 mg per vaginam dosis tunggal,sistemik dapat diberikan ketokonazol 2 x 200 mg selama 5 hari atau dengan itrakonazol 2 x 200 mg dosis tunggal atau dengan flukonazol 150 mg dosis tunggal.

Itrakonazol : bila dipakai untuk kandidosis vulvovaginalis dosis untuk orang dewasa 2 x 200 mg sehari selama 3 hari.

PROGNOSIS

Umumnya baik bergantung pada berat ringannya faktor predisposisi.

KEPUSTAKAAN

Fakultas Kedokteran UI.2007.ILMU PENYAKIT KULIT dan KELAMIN ed.5.Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Robin graham-Brown.2005.LECTURE NOTES DERMATOLOGI ed.8.Jakarta:Erlangga

Adelberg,Jawetz dan Melnick.2007.MIKROBIOLOGI KEDOKTERAN ed.23.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ECG.

Siregar,Prof.Dr.R.S.2004.SARIPATI PENYAKIT KULIT ed.2.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC.

www.medicine.com

www.fk.unair.ac.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan

  • Tidak ada
  • No comments yet

Kategori

Arsip

%d blogger menyukai ini: